Minggu, 05 Februari 2017

Ibuku, apotekerku dan kamu

5 februari 2017
Malem ini pukul 21:57 mata belum terlelap
Sedari pagi hati tidak karuan, napa?
Gatau napa kepikiran ibu terus, padahal ibu ada dsamping,nonton tv bareng.
Mungkin karna selasa ini udah harus balik ke jakarta lagi karna hari sabtu harus ikut tes apoteker di kampusku yg dulu. Malem ini pikiranku makin ga jelas, berasa ga tenang. Mikiran kamu yg entah mikirin aku atau tidak, atau malah mungkin sudah lupa denganku. Mikirin ibuku, karna rasanya masih pengen dirumah, tapi harus udah balik jakarta lagi. Ditambah mikirin hari sabtu ini ujian tes masuk apoteker.

Berharapnya dengan semua yg aku pikirin hari ini semuanya bisa berjalan lancar dan aku pun bisa masuk kuliah apoteker semester ini.
Buat ibuku... jaga kesehatan selalu ya bu...maafkan anakmu ini yg masih belom bisa membahagiakanmu dan masih merepotkanmu..doakan aku biar lancar sampai lulus nanti.aamiin

Sabtu, 04 Februari 2017

Sendiriku dan sepiku

Sekarang....atau lebih tepatnya sudah lama
Telponku tak seramai jalanan atau seramai telpon-telpon temenku yang berisi pesan atau inbox atau chat atau telpon dari pasangannya

Sekarang aku tak pernah buru-buru buka hp untuk membuka pesan darimu dan ku balas beberapa menit kemudian.
Atau senyum-senyum sendiri saat membaca pesan darimu atau ketawa saat kita berbicara di ujung telpon masing-masing.

Kehilangan? Pasti.....
Membuatmu sepi? Pasti...
Membuatmu merindukannya? Pasti...

Tapi dari yang *PASTI* itu aku belajar banyak hal...
Belajar bahwa kebersamaan itu menyenangkan, belajar bahwa kita ternyata butuh seseorang untuk berbagi cerita.
Dan satu hal yang terpenting aku belajar melepaskan dan mengikhlaskan. Karna belum tentu saat kita bersama- bersama terus itu baik buat kita. Nyatanya Allah mengambilmu dariku, saat aku merasakan sayang-sayangnya ke kamu.

Tapi aku bersyukur Allah menjauhkan kita... karna kalo tidak...mungkin aku sudah melanggar janjiku...janjiku untuk belajar tidak mengenal pacaran. Belajar untuk sudahi atau halalkan....

Hujan dan Angin

Hujan tanpa angin
Angin tanpa hujan
Meski mereka tanpa tapi mereka sama-sama mendinginkan

Bedanya hujan dapat kau lihat bentuknya
Sedang angin tak dapat kau lihat
Hanya saja dapat kau rasakan dan dapat kau lihat saat daun-daun bergoyang itulah angin menyapanya

Aku takan menginginkan tuk jadi mereka
Yang ku inginkan kau bisa merasakan apa yang aku lantunkan dan perbincangkan dengan-NYA meski tanpaku bisa menyapamu
Itu saja cukup buatku, tanpa perlu jadi hujan atau angin untuk menyapamu

Tak menyalahkanmu

Tak ada yang salah..
Tak ada yang perlu disesali
Karna semua sudah jalannya
Aku senang, aku bahagia meski hanya sesaat ku mengenalmu
Merasakan sesaat, berpikir sesaat inikah orangnya

Tapi bersamaan disaat itu pula Allah tidak mengijinkannya
Aku bisa buat apa... yang bisa ku lakukan hanya menerimanya
Karna aku tahu itulah yang terbaik
Karna tekadku tuk menyudahi atau halalkan

Masih tentangmu

Dalam pandangku, nyata kau telah pergi
Dalam hatiku, nyata kau masih tetap terkunci
Dalam anganku, nyata kau masih berdiri
Dalam mimpiku, nyata kau menghampiri

Pergi dari jarak pandang mataku , terkunci tetap dalam hatiku
Apakah kau tahu..rasanya seperti apa?
Tak pernahkah kau merasa sedikit saja atau berpura-pura merasakannya agar diri ini merasa lega meski sesaat atau bahkan itulah penawarnya

Anganku, mimpiku kau masih nyata berdiri kokoh menghampiriku
Hy apakabar? Itu yang kau ucap
Meski nyatanya dalam pandangku kau telah jauh..mungkin sekarang kau telah menemukan yang kau cari

Bodohnya aku, disini masih mengharapmu kembali. Mengharapmu mengabariku
Biarlah seperti ini, biarlah waktu yang akan menjawab

Tentangmu dalam pikirku

3 februari 2017
Jam menunjukan pukul 22:23 malam
Tapi mata masih serasa banyak kekuatan untuk menatap layar ini
Untuk menuliskan apa yang dirasa dan ingin ku ungkap secara dalam
Karna hanya dengan menulis isi pikiranku dapat kucurahkan dan ku gali
Tentang apa yang selalu membuat diri ini gelisah dan kelam

Aku tahu persis apa yang menggangguku
Hanya saja, tanpa ku sadari terlarut dalam pikirku
Tak tahu kenapa semakin dalam tinggal di relungku
Berkali-kali ku coba buang bahkan hapus sebisaku
Tapi semuanya sia-sia, seperti malam ini adaku

Padahal aku tahu persis kau sudah pergi menjauh
Jarak, waktu bahkan pengabaianmu tak lantas memudarkanmu
Apakah kau tahu? Disini , di hatiku, di pikiranku kau masih tetap tinggal...
Sekuat apapun aku berusaha menghapusmu yampe detik ini kau masih kekal
Apa salahku? Apakah karna sayangku atau kah karna perbedaan kita
Aku tahu, karna perbedaan kitalah yang membuat jarak semakin terjaga

Aku tak pernah menyalahkanmu, karna kau berhak untuk mencari yg menurutmu terbaik
Justru aku berterimakasih atas semuanya, pelajaran hidupnya
Karna hanya di dongeng-dongeng dan cerita FTV dan drama korea semua perbedaan tak berarti
Aku sadar..ini adalah duniaku..dunia nyata bukan di negeri dongeng

Kuucapkan terimakasih sekali lagi. Karna hanya dengan ini ku bisa memelukmu dengan ikhlasku untuk melepasmu
Meski di hati ini kau masih tinggal dan berharap kau kembali. (By.pas)